Roti Gempol

Roti Gempol
Kalau biasanya menu sarapanku adalah roti tawar dengan taburan meises coklat atau keju parut. Kali ini aku mencoba sarapan roti tetapi rasanya lain dari roti yang dibeli dimanapun. Karena sekarang aku sedang berlibur ke kota bandung, orang tuaku menyarankan untuk sarapan di Roti Gempol.

Roti Gempol berletak di Jalan Gempol Wetan no. 14 Bandung. Ya. Seperti nama tokonya. Di daerah Gempol ini banyak terdapat menu sarapan yang beragam, cocok untuk pecinta kuliner sejati. Pertama kali masuk ke daerah Gempol, akan terlihat tulisan Kupat Tahu Gempol yang kata teman mama aku enak banget.

Kesanku saat pertama melihat Roti Gempol tentu saja membuat perutku berbunyi, apalagi ketika aku melewati om yang sedang membakar roti. Hmmmmmmmm !!! Bau roti yang sedang dibakarnya enak……

UntitledOom yang sedang memanggang roti sekaligus membakar roti.

Selama menunggu pesanan, aku tak menyia-nyiakan untuk memfoto & melihat-lihat pembuatan roti pesananku, yakni Roti Manis (selai strawberry, blueberry, meises cokelat), Roti Asin pesanan kakakku dan ayahku (kakakku isi telur dan ayahku isi telur dan keju)

Hohoho, pasti ada menu yang kurang. Betul ! Menu pesanan ibuku tidak ada ! Argh, bagaimana ini bisa terjadi ?! Ternyata ibuku memilih tak makan karena sedang mengurangi berat badan alias diet. Ibuku hanya meminum teh hijau ‘langka’, maksud ‘langka’ itu adalah teh hijau itu hanya terdapat pada toko Roti Gempol. Addictea adalah nama merek teh hijau tersebut, Addictea artinya “Kecanduan Teh”. Hihihi, lucu sekali ya.

Roti GempolTeh Addictea.

Tak lama, pesanan kami datang. Yay ! Melihat pesanan kami datang, air liur aku menitik. Sulit sekali menahannya :D.  Porsi untuk 1 orang lumayan besar, karena kakakku terpikat dengan besar dan harumnya Roti yang baru saja diletakkan di meja kami. Ia mengambil garpu yang disediakan dan mengambil potongan Roti Asin pesanan kakakku. Namun, belum sempat dimasukkan ke mulut. Langsung mamaku berkata “Foto !”. Lalu kakakku terlihat lemas. Hihihi :P.

Roti GempolRoti pesanan kami.

Setelah memfoto kurang lebih 6-7 kali. Mamaku mempersilahkan kami memakan kuliner bandung ini. Yay ! Hmmm…… Setelah gigitan pertama aku & ditambah dengan kenikmatan Addictea, aku nggak bisa berhenti ngunyah. Rasa rotinya sangaat jauh dari roti-roti tawar yang biasanya mamaku beli di supermarket. Roti Gempol nggak butuh keju sebukit agar rotinya terasa menggoda pengonsumsi. Mayonaise yang ditambahkan juga dalam jumlah yang pas sehingga tidak membuat mual. Kakakku memesan Roti Asin yang tak kalah enak dari Roti Manisku, tak lupa aku mencicipi roti pesanan ayahku dan kakakku.

UntitledOh ya ! Aku lupa ! Sejarah Roti Gempol kurang lebih begini. Daerah Gempol adalah salah satu daerah yang cukup tua di Bandung. Bahkan daerah Gempol dibuat oleh Pemerintah Belanda pada tahun 1920-1935. Maka jika kita datang ke daerah Gempol ini, masih terlihat rumah-rumah tua dengan atap segitiga. Ciri khas yang dimiliki daerah Gempol adalah sistem perumahan kantong yang takkan pernah berubah sampai sekarang ini. Nah, didalam perumahan Gempol ini terdapat toko Roti Gempol yang sudah berdiri dari tahun 1958 sampai sekarang.

Roti GempolRotiku, logo Roti Gempol dan membakar roti.

Banyak ‘kan keuntungan kalian berlibur di bandung, sebetulnya tak cuma ini makanan ‘legendaris’ di bandung. Hihihi :P. Ingat ! Tunggu ‘edisi’ travelling dengan Pascal selanjutnya. Good Bye