Bazar Tulip 2013

Betapa senangnya sekarang aku ini, aku dan keluargaku tengah dalam perjalanan ke bazar Tulip. Bazar Tulip adalah acara bazar tahunan yang diselenggarakan oleh Erasmus Huis atau pusat kebudayaan Belanda. Acara bazar Tulip diselenggarakan di Erasmus Huis, tanggal 30 November, tepatnya di jalan HR Rasuna Said kav. S-3, Jakarta Selatan 12950.

Untitled

Salah satu jajaran stan di bazar Tulip.

Wah, banyak sekali makanan khas Belanda yang menarik untuk dimakan ! Ada roti asli khas Belanda, Pastry isi macam-macam pilihan, coklat Belanda, jus buah impor langsung dari Belanda dan lain-lain.

bazar tulip 2013 , 30 november 2013

Coklat Belanda.

Selain menjual makanan ataupun minuman Belanda. Entah kenapa aku menemukan aksesoris seperti tas, baju, dompet, lipstik, orang-orangan keramik dan pensil warna-warni. Aku juga tidak tahu kalau itu dari Belanda atau bukan. “Mungkin itu adalah hasil pengrajin kreatif dari Indonesia”.

Untitled

Aksesoris yang beragam terdapat di bazar Tulip.

Kami sekeluarga mengelilingi bazar Tulip hendak melihat-lihat, ayahku melihat stan yang menjual pastry. Stan tersebut ramai dengan pembeli, ayahku menawarkan kami mencoba pastry tersebut. Tentu saja kami terima, selain pasti enak kami juga mulai mengenal cita rasa makanan Belanda.

Untitled

Pastry yang baru saja dibeli.

Walau aroma dan rasanya menggoda pengonsumsi, pastry ini dihargai cukup mahal. 2 seperti ini bisa mencapai Rp.20,000. Apalagi roti yang kami beli. Semisal roti isi Almond yang merupakan roti dari Belanda, harganya berkisar Rp.18,000 untuk 1 porsi roti. Too much, kata ayahku.

Untitled

Kiri – kanan, (Roti Almond, roti asin telur, roti isi kismis).

Karena terik matahari yang panas, kami membeli 4 es teh manis. Slurpp…. Enakkk…..

Selagi kami duduk di kursi, aku melihat sekitar. Kulihat sebuah stan menyediakan sate sosis dan hotdog, kupikir itu enak dan harganya murah. Jadi tanpa berpikir panjang, langsung aku membujuk ibuku untuk membelikanku sosis tersebut. Ibuku mengizinkan, horeeee !! Dengan perasaan senang aku dan ibuku berjalan ke stan tersebut, kubilang aku ingin sate sosis. Akan tetapi perasaan bersalah muncul saat ibu penjual stan menyebutkan harganya. Rp.20,000 ?! Aku terkejut mendengarnya, kuminta ibuku untuk tidak jadi membelikan sosis itu. Ibuku tak berkutik, ibuku membelikan sosis itu untukku. Aku terkulai lemas di tempat duduk sambil memakan sate sosisnya, ayahku menegurku jangan pilih-pilih makanan. T-E-R-L-A-L-U, kata ayahku. Duh, malunya aku..

Bazar Tulip 2013

Sekian ceritaku mengenai bazar Tulip, bye all ! (Note: Foto dipotret oleh ibuku dan kakakku, menggunakan telepon genggam dan telah diedit)