5 Browser terbaik 2017

“Browser” kalimat tersebut tentunya sudah tidak asing bagi kita yang mempunyai hobi berselancar dalam hiruk pikuk internet yang sibuk, sebuah aplikasi yang sangat dibutuhkan di masa modern ini. Tidak dipungkiri lagi, jargon “No day without the internet” mungkin saja adalah sebuah fakta yang tak terbantahkan.

Browser sendiri merupakan sebuah perangkat lunak yang memungkinkan kita untuk mengakses segala jenis informasi yang disediakan oleh server internet, dalam bahasa Indonesia, istilah browser diartikan sebagai peramban web/penjelajah web.

Umumnya, pada operating system tersohor terdapat sebuah browser yang sudah terunduh secara otomatis. Maka itu seorang konsumen dari OS tersebut tak perlu repot-repot memikirkan ketersediaan browser. Contohnya: Firefox di Ubuntu, Microsoft Edge di Ms Windows, dan Safari browser di Mac Os.

Kebanyakan dari kita cenderung memilih browser  lalu menggunakannya dalam jangka waktu cukup lama. Tentunya sulit untuk keluar dari zona nyaman kita, apalagi jika kita telah terbiasa dengan fitur-fiturnya. Akan tetapi, mempertimbangkan browser lain pastinya amat berpengaruh pada pengalaman berselancar browser itu sendiri.

Baik itu keamanan yang lebih baik, meningkatkan kecepatan berinternet, maupun kebebasan dalam memilih plug-in, tema dan lain-lain yang bervariasi, browser yang tepat dapat memberikan dampak besar kepada kehidupan internetmu. Maka dari itu jangan ragu untuk memperhitungkan kemungkinan browser lain yang dirasa lebih cocok untukmu, berikut adalah beberapa browser terbaik dilansir dari beberapa sumber:

1. Google Chrome

Manakala kamu mempunyai ‘resource’ yang cukup besar, Google Chrome adalah temanmu.

Google Chrome merupakan layanan perambah web besutan Google Inc. yang menggunakan mesin WebKit sebagai salah satu basis pembuatan dari Chrome, browser dengan tampilan sederhana ini telah berhasil menarik 60% lebih pemukim internet hingga menjadi konsumen setianya (data dari W3School).

Seraya waktu berjalan, konsumen Google Chrome pun meningkat drastis, bahkan ketika Micrsoft merilis browser andalannya Microsft Edge. Mengapa begitu? Yah, karena Chrome mendukung multi-platform, luar biasa stabil, tampilan yang sederhana yang membuatnya mudah sekali digunakan. Terlepas dari itu, Chrome sudah sepantasnya menyandang gelar browser terbaik.

Mendukung OS: Windows, Linux, Mac Os, Android, iOS, ChromeOS.

2. Mozilla Firefox

Mozilla Firefox adalah browser yang dikembangkan oleh Mozilla Foundation, memiliki nama awal Phoenix dan kemudian sesaat dikenal sebagai Mozilla Firebird. Firefox bersifat open-source dan pembuatannya mendapat bantuan dari sekelompok sukarelawan. Firefox mengandalkan mesin layout Gecko untuk merender halaman webnya.

Banyak orang mengatakan Firefox adalah penerus spiritual dari NetScape Navigator (browser besutan NetScape tahun 90-an), mengingat komunitas Mozilla didirikan oleh NetScape pada tahun 1998 sebelum akhirnya NetScape dibeli oleh Aol.

Dari segi tampilan, Firefox boleh dikatakan mirip dengan Chrome. Fitur-fitur dari Firefox antara lain adalah: variasi tema, multi-bahasa, plugins, extensions, download manager dll.

Mendukung OS: Linux, Windows, MacOS, Android, iOS.

3. Opera

Sebagai salah satu ‘underrated’ browser, Opera memiliki fitur turbo mode yang berguna untuk menangkal koneksi lambat.


Opera boleh saja digadang-gadang mempunyai fitur turbo kecepatan terbaik dalam sejarah browser, namun sayangnya  angka penggunaan Opera sangatlah sedikit, yaitu sekitar 1% saja di seluruh dunia. Dikembangkan oleh perusahaan Opera Software, yang menggunakan mesin layout Blink untuk memuat halaman web.

Kabarnya, Opera adalah pemilik asli dari fitur ternama private browsing, tabbed browsing, pop-up blocking, yang kemudian diimplementasikan oleh browser lain. Menjadikannya perambah web yang cukup mutakhir.

Opera juga merupakan salah satu browser yang pertama kali mendukung CSS, dengan begitu standards web pada Opera seharusnya mirip dengna Google Chrome.

Mendukung OS: Windows, Linux, MacOS, Android, iOS.

4. Internet Explorer

Internet Explorer 10.

Browser yang satu ini merupakan browser default pada OS windows, Microsoft sebagai pengembang dari browser ini optimis akan menguasai dunia per-internetan, terlebih pada tahun 2000-an penggunaan IE melonjak hingga 95%, mengalahkan penggunakan NetScape Navigator yang pada masanya mendominasi pasar internet.

Salah satu kelemahan dari IE adalah ketidak-dukungannya pada multi-platform, membuat para kompetitor saingan dengan mudah mengalahkan IE.

Baru-baru ini, Microsoft sukses merilis browser terbarunya yaitu Microsoft Edge, menggantikan Internet Explorer sebagai browser default di OS Windows 10 dan seterusnya.

Mendukung OS: Windows, Windows Phone.

5. Vivaldi

Vivaldi membuktikan bahwa pendatang baru tidak selalu lemah.

Vivaldi ? mungkin nama tersebut terasa asing di benakmu, memang benar Vivaldi merupakan browser baru yang baru saja secara resmi diluncurkan pada tahun 2016, namun hal itu tidak menggoyahkan posisi Vivaldi yang bisa disandingkan dengan browser sekelas Chrome.

Beberapa shortcut penting semacam add-ons, download manager, note, setting diletakkan pada samping kiri. Thus, menciptakan ruang yang besar untuk kegiatan berinternet.

Memang, Vivaldi masih kekurangan fitur-fitur yang penting, tidak adanya support resmi untuk ekstensi, tapi mengingat Vivaldi adalah pendatang baru karena itu bukan tidak mungkin Vivaldi akan menerima beberapa upgrade seraya waktu berjalan.

Mendukung OS: Linux, Windows, MacOS.