Upgrade OS Android

Android adalah sistem operasi ponsel terpopuler di dunia, dimana Android menduduki posisi ke-1 setelah Apple yang tentunya menyandang posisi ke-2. Bukan tanpa alasan Android menjadi yang tersohor, statusnya yang merupakan open source software juga layak dipertimbangkan sebagai alasan terhadap kepopuleran tersebut, dimana IOS nya-Apple adalah closed source software.

Pasar sistem operasi ponsel dilansir tahun 2017

Pasar sistem operasi ponsel dilansir tahun 2017.

Dirumah, kami memiliki tablet Samsung Galaxy Note 10.1 keluaran tahun 2012, yang dimana masih menggunakan Android versi 4.1 (Jelly Bean), menyebabkan beberapa aplikasi yang tidak bisa digunakan karena versinya yang terlalu jadul, tablet ini pun tampaknya sudah tidak ada dukungan operasi dari Samsung, bisa dibilang end of life.

Samsung Galaxy Note 10.1 mempunyai kapasitas internal storage  16 GB, RAM 2GB, dan baterai sebesar 7000mAh ! spesifikasi ini bisa dibilang sangat baik pada zamannya, sebanding dengan harganya yang cukup mahal yakni 8-10 juta (tahun 2012).

Tablet ini dilengkapi dengan addons s-pen atau stylus Pen, pena digital yang bisa digunakan untuk memperlancar kinerja layar sentuh, ‘pena’ juga dapat dimanfaatkan untuk menulis-nulis di layar tablet layaknya pena sungguhan, seraya dengan nama tabletnya; Samsung Galaxy Note –> Catatan.

Meski ayahku telah memiliki ponsel Note 4, namun tidak membuatnya berpaling dari keberadaan tablet jadulnya, terkadang ayahku kerap kali memainkan Note ini dikarenakan layarnya yang cukup besar dan keberadaan stylus pen, tablet ini bisa dibilang sukses menjadi pengganti laptop.

Ayah kembali menyuruhku untuk memperbaiki situasinya, beliau meminta agar OS Android-nya di upgrade ke versi yang lebih mumpuni, aku—tentu saja menyanggupi permintaan ayahku.

Mulailah pencarian bahan-bahan yang digunakan dengan tata cara sebagai berikut:

  • Meng-root ponsel, untuk mengaktifkan hak akses superuser/universal.
  • File custom OS/ROM sebagai sistem operasi ponsel.
  • File Custom Recovery untuk meng-load ROM.

Adapun langkah-langkah yang dilalui penulis agar mencapai titik akhir, antara lain:

  1. Flashing TWRP menggunakan Odin tools.
  2. Root tablet dari TWRP recovery mode.
  3. Backup & Factory Reset.
  4. Flashing ROM LineageOS dari TWRP.

Rooting ponsel

Melakukan root adalah sebuah proses untuk mengizinkan pengguna ponsel pintar, tablet, dan piranti lain yang berjalan pada sistem operasi Android untuk mendapatkan kontrol yang lebih tinggi pada berbagai subsistem Android.
https://id.wikipedia.org/wiki/Root_(Android)

Dengan mengaktifkan root di hp Android, kalian akan mendapatkan hak akses/kontrol kepada sistem-sistem internal Android, tidak cuma luarnya saja. Root sendiri berasal dari arsitektur kernel yang juga merupakan penyangga sistem operasi Linux.

Rooting disarankan untuk orang-orang yang berkepentingan untuk melakukan root itu sendiri (dalam hal ini upgrade OS), bila tidak ada hal yang ingin dicapai, stock rom sudah cukup dapat diandalkan, penulis sendiri tidak memberlakukan Root di hp pribadinya, takut rusak hehehe.

Proses rooting dapat dilakukan dengan berbagai cara, disini aku menggunakan software Chainfire’s Supersu, cara pengaplikasiannya melalui software Recovery Image (yang akan kubahas kemudian).

DOWNLOAD: Chainfire’s SuperSU.

Custom OS

Aku memilih LineageOS dengan versi Android 7 Nougat sebagai custom OS tablet ini—pasalnya LineageOS menawarkan tampilan yang memukau, user experience yang terjamin, dan yang terpenting LineageOS masih disubsidi dengan pasokan update-update, tidak perlu khawatir error!

Berbekal penelusuran dari Google, aku menemukan forum Android dengan pengguna melimpah yang cukup aktif, tidak lain xda-developers ! dari sini aku dapat memperoleh hal-hal mengenai Android yang kerap diperbaharui. Dari sini juga aku memperoleh file ROM LineageOS khusus Samsung Galaxy Note 10.1.

DOWNLOAD: LineageOS 14 (N8000/N801x)

Custom Recovery

Peran Custom Recovery disini adalah untuk memuat file ROM LineageOS kita agar bisa diinstal di hp Android, namun secara garis besar, Custom Recovery mengacu kepada partisi bootable khusus yang didalamnya telah terdapat konsol pemulihan.

Sebetulnya setiap perangkat Android sudah pasti memiliki mode Recovery yang berfungsi sama dengan Custom Recovery, akan tetapi mode Recovery bawaan pabrik seringkali tidak dilengkapi fitur yang mumpuni, hal ini memprakarsai komunitas Open Source di Android membuat custom recovery, hasilnya tidak lain adalah ClockWorkMod, TWRP dll.

Pilihanku jatuh di TWRP—yang lagi-lagi kuperoleh dari forum xda-developers, TWRP sendiri adalah singkatan dari Team Win Recovery Project, meskipun ada kata ‘Win’, TWRP tidak beraflisiasi dengan Windows.

Aku mem-flash file TWRP menggunakan software Odin, yang memang berfungsi untuk flasing ROM.

DOWNLOAD: TWRP
                           Odin

Proses

Berikut adalah langkah untuk mencapai peng-upgrade-an Android dari tabletku:

Instalasi TWRP pada perangkat

  1. Koneksikan tablet ke komputer dengan kabel data.
  2. Masuk ke mode Download Android, tekan kombinasi tombol Power + tombol Volume Down.
  3. Buka aplikasi Odin di Windows.
  4. Tunggu hingga perangkat dideteksi oleh Odin, jangan lupa menginstal driver usb untuk Android pada Windows.
  5. Flash file TWRP menggunakaan Odin pada OS Windows (Linux tidak mendukung arsitektur Odin yang hanya bisa dijalankan pada Windows).
  6. Tunggu hingga selesai.
  7. Cabut kabel data, reboot ke sistem utama.
  8. Tekan kombinasi tombol Power + tombol Volume Up untuk boot menuju mode Recovery.
  9. Jika muncul TWRP, berarti berhasil.

Instalasi root pada perangkat

  1. Koneksikan tablet ke komputer dengan kabel data.
  2. Salin file supersu.zip dari komputer kita.
  3. Selepas itu, cabut kabel data.
  4. Sekali lagi, boot menuju mode Recovery dengan kombinasi tombol Power + tombol Volume Up.
  5. Klik ‘Install’.
  6. Pilih file supersu.zip untuk diinstal, swipe jika sudah terpilih.
  7. Sudah selesai? silahkan tes hak akses root dengan reboot ke sistem, instal root checker di playstore.

Backup & Factory Reset perangkat

Backup

  1. Boot menuju mode recovery dengan kombinasi tombol Power + tombol Volume Up.
  2. Klik ‘Backup’.
  3. Centang modul yang ingin di backup, TWRP akan memilih ‘Boot’, ‘System’, dan ‘Data’ sebagai pilihan standar.
  4. Swipe untuk melanjutkan.
  5. Boot menuju sistem jika sudah selesai.

Factory Reset

  1. Boot menuju mode recovery dengan kombinasi tombol Power + tombol Volume Up.
  2. Klik ‘Wipe’.
  3. Swipe untuk memulai Factory Reset.

Instalasi custom ROM pada perangkat

  1. Koneksikan tablet ke komputer dengan kabel data.
  2. Salin file custom ROM dari komputer kita, aku menggunakan LineageOS.
  3. Selepas itu, cabut kabel data.
  4. Tekan kombinasi tombol Power + tombol Volume Up untuk boot menuju mode Recovery.
  5. Klik ‘Install’.
  6. Pilih file custom ROM untuk diinstal, swipe jika sudah terpilih.
  7. Dibanding dengan instalasi root, proses ini memakan waktu cukup lama (punyaku ¾ jam-an).
  8. Sudah selesai? silahkan tes instalasi rom dengan reboot ke sistem.

Perbandingan stock ROM dan custom ROM 

Stock ROM, Android 4.2

Stock ROM, Android 4.2

Custom ROM, Android 7.1 (LineageOS)

Custom ROM, Android 7.1 (LineageOS)